Laman

Senin, 09 Januari 2012

Jalani yang tak Anda Ingini


Pepatah arab mengatakan : 
Raih mimpimu, jalani yang tak anda ingini, anda tak akan meraih yang anda inginkan hingga anda siap menjalani hal-hal yang tidak anda inginkan.

Terdengar aneh mungkin. Siapapun rasanya tidak ingin menjalani sesuatu yang tidak di sukai. Seseorang yang tak suka makanan pedas, akan marah atau menolak jika di berikan makanan pedas. Orang yang terbiasa dengan kipas atau AC akan merasa ketidaknyamanan manakala harus berada di ruang yang panas. Orang yang terbiasa dengan kehidupan yang mewah akan merasa terbebani jika suatu saat harus menghadapi kondisi yang sulit.


Namun pada kenyataannya, kehidupan bukanlah suatu pertunjukan yang dimana kita berperan sebagai sutradara dengan berbagai macam adegan yang kita inginkan. Kita hanya berperan sebagai hamba dari Allah Rabb semesta alam. DIAlah yang mengatur berbagai macam takdir yang telah di sediakan untuk kita jalani. DIAlah sutradara dan produser dari sebuah pertunjukan dunia. Sebagai hamba, seringnya kita hanya menginginkan suatu adegan yang nyaman dan mudah. Tapi Allah sang sutradara tak inginkan kita lemah hanya dengan suatu kemudahan dan kenyamanan.

Pahlawan Sejati Tak Perlu Gelar



Hari Pahlawan baru saja berlalu, ada yang tahu dan ada yang tak peduli, ada yang memperingati ada yang acuh tak acuh, ada yang peduli ada juga yang bermasa bodo, apa pentingnya sih memperingati hari pahlawan. Apakah pahlawan di jaman yang penuh dengan dunia materialistis dan manusia telah dijajah oleh sistem kapitalis global masih bisa bicara kepahlawanan dan sifat patriot para pahlawan? Memang masih ada pahlawan sekarang ini? Bukankah yang terjadi sekarang ini banyak pahlawan yang kesiangan!

Aku Ingin Bertemu Khalifah




Kesederhanaan penampilan Umar bin Khattab sesungguhnya merupakan nasihat dan ajakan berdakwah kepada siapa saja yang melihatnya.
Sepeninggal Rasulullah saw, sebenarnya tidak sedikit sahabat yang cenderung memilih Umar bin Khattab sebagai pengganti. Umar itu berani, gagah perkasa, jujur, dan adil.

Kelemahan Bersanding dengan Kelebihan



Kita hidup bersama kelemahan atau kekurangan dan kelebihan. Semua itu Allah titipkan bukan tanpa hikmah di dalamnya. Allah menitipkan kelemahan kepada kita bukan untuk kita cela atau untuk kita keluhkan. Allah menciptakan manusia tidak ada yang sia-sia. Bagaimana pun wujudnya, manusia adalah makhluk paling sempurna yang Allah ciptakan. Dari sebuah kelemahan, seseorang mampu mengubah dunianya. Di balik kelemahan sesungguhnya tersimpan pula kelebihan yang sempurna.
Dalam QS. Al Israa’ ayat 70:
Manusia diberikan kelebihan yang sempurna seperti yang dijelaskan atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.