Laman

Selasa, 27 Desember 2011

Utusan Syahwat


 


Janganlah mengikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (yang kedua), karena bagimu (keringanan) untuk pandangan pertama, namun tidak untuk pandangan yang kedua.” (HR.Ahmad dari Buraidah dari ayahnya).

Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Sya’ir ini sangat populer di kalangan pecinta musik dan lagu. Sehingga penulis sempat ragu untuk mencantumkan sya’ir ini karena khawatir menimbulkan kesan latah dan ikut-ikutan. Akan tetapi secara substansi syair itu benar dan bahkan jauh sebelum muncul dari mulut mereka para ulama telah menyebutkannya. Toh, mutiara tetap saja mutiara meskipun keluar dari dalam lumpur. 

Senin, 26 Desember 2011

10 Pintu Masuk Prajurit & Bala Tentara Musuh Kita!



Seraaang!!! Prajurit dan bala tentara mulai memasuki pintu benteng. Mereka berhasil mendobrak pintu rahasia benteng kuat itu. Panglima tentara langsung menuju tempat persembunyian di tengah ruang rahasia. Ia mencari satu makhluk yang terkurung erat, yaitu “hawa nafsu”. Ya, para tentara itu adalah setan dan panglimanya adalah iblis. Mereka berusaha mencuri hawa nafsu manusia dan menguasainya.

Bangsa Selebritis..




Waktu saya masih kecil, terakhir saat saya SMU, saya masih selalu melihat perlombaan-perlombaan ‘tradisional’ di kampung saya. Semua sederhana, tanpa neko-neko.

Terlepas masyarakat saat ini masih ‘memelihara’ tradisi lomba-lomba yang beragam sebagai ciri khas perayaan di kampung-kampung seantero bangsa ini, saya merasa ada yang hilang dari mentalitas luhur masyarakat kita yang semestinya ada, karena budaya adiluhung yang sering dibanggakan dahalu. Ruh kemerdekaan semakin terlontar jauh dari porosnya yang hakiki.

Tetangga



Dalam kehidupan di tengah masyarakat, kita tidak bisa dari kehidupan bertetangga. Karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana Islam mengatur persoalan bertetangga ini.


Bila kita melihat dalam Alquran, yaitu surah An-Nisa 36, kita mendapati tetangga itu ada dua macam. Yaitu, tetangga dekat dan tetangga jauh. Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang tetangga yang dekat dan yang jauh. 

Sabtu, 24 Desember 2011

Mana Ikhwan Untukku...



BLEDERR!! Subhanallah, kaget bukan buatan setelah kubaca pesan singkat di ponsel. Allah, ada yang hendak melamarkuuu! Ini sebuah prestasi, eh (mikir) ya prestasi. Aku baca ulang; hmm, apa ada yang keliru dengan cara ini?
Mirror mirror on the wall, pantaskah aku mendampinginya?” sedikit gila, aku ngobrol dengan kaca meja rias.
Kenapa mesti ngaca, orang seperti dia tentu melamar perempuan bukan karena fisik, kaca menjawab. Tapi sepertinya itu suara hatiku.

Kamis, 22 Desember 2011

Bukan Dengan Lagu Melankolis....



Ketika lagu-lagu melankolis begitu mewarnai hari-hari para muda mudi zaman sekarang. Lagu-lagu bertemakan cinta, bagaikan sesuatu yang wajib. Jika tak mendengarkan walaupun hanya sehari, serasa ada yang kurang. Parahnya kebiasaan tersebut berimbas pada perilaku para muda mudi. Lirik lagu cinta yang cenderung melankolis dan tak ada semangat di tambah kondisi mereka (baca: muda mudi) yang sedang dalam pencarian atau gamang/galau, membuat mereka cepat terbuai. Karena terkadang lirik yang terdapat dalam lagu hampir sama dengan kisah cinta yang mereka alami. Akibatnya mereka begitu khusyuk menghayati atau bahkan hafal sebagian besar lagu-lagu tersebut. Memang sebagian besar pula lagu yang di tampilkan sangat easy listening namun tak jarang yang berisikan lirik nakal.