Laman

Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juni 2013

Spider-Man VS Usamah bin Zaid


Sama-sama muda, keduanya bertalenta. Kesemuanya merupakan bingkai yang merangkum beribu pesona yang unik dan menawan. Lah, tapi yang satu lahir di komik Marvel, yang satu lagi lahir di madrasah peradaban Nabi Muhammad. Yang satu muncul tiba-tiba dan langsung menyeruak media, ditiru banyak penggemar dan muda-mudi dalam menjalani laku hidup, yang satu kini namanya ‘diredupkan’ sejarah yang kian hari kian terbalik. Kejam nian.

Spider-Man dan Usamah bin Zaid. Kesemuanya memiliki prestasi dan cakupan popularitas yang besar. Keduanya sama-sama berkiprah dalam jagat kepahlawanan, heroes, bravery, dan keduanya ada sebagai produk sebuah misi. Ya, misi yang berlawanan.

Minggu, 05 Mei 2013

Mission Impossible Para Nabi



Jika kita diminta berdakwah ke tengah masyarakat yang memiliki karakter buruk, angkuh,“songong”, “ndablek” hatinya sudah tertutup dengan kesombongan dan kemusyrikan yang sudah berkarat. Apa yang kita lakukan? Sanggupkah kita menerima amanah dakwah itu? Atau mungkin seribu alasan kita kumpulkan agar tugas itu tidak jatuh ke pundak kita.
Inilah mission impossible, situasi buruk yang dihadapi para nabi.

Tengoklah kisah Nabi Musa yang diminta mendatangi Firaun yang punya tentara paling kuat di zamannya, punya kekuasaan tak terbatas sampai mengaku sebagai Tuhan. Sementara Musa punya beban psikologis yang berat karena dibesarkan oleh Firaun di istananya yang megah. Berapa persentase kemungkinan Firaun menerima dakwah nabi Musa? Mungkin 0,0001%, apa Musa menolak?

Senin, 04 Maret 2013

10 Prioritas Buku Bacaan untuk Kaum Muslimin


10 Prioritas Buku Bacaan untuk Kaum Muslimin
Membaca adalah aktivitas yang diperintahkan pertama kali oleh Allah kepada manusia melalui firman-Nya :
“Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabb-mulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al Alaq : 1-5).
Namun, terkadang kita masih bingung, bacaan yang mana saja yang sebaiknya dibaca? Berikut ini adalah prioritas bacaan yang sebaiknya dibaca. Saya kutip dari sebuah buku terjemahan berjudulSpiritual Reading, Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca karangan Dr. Raghib As Sirjani dan Amir Al-Madari, dengan beberapa penyesuaian tentunya.

Al Quthuz, Singa Gurun di Ain Jalut




Ilustrasi (RoL)
Ilustrasi (RoL)

Gelombang Dahsyat Tar Tar

Bayangkanlah dahsyatnya kehancuran yang diakibatkan oleh gelombang Tsunami yang melanda Aceh dan Jepang beberapa tahun silam. Mayat-mayat bergelimpangan. Bangunan, pepohonan, kebun, binatang ternak, sarana umum, semuanya hancur berantakan. Kota yang tadinya ramai mendadak sepi, kelam dan berubah menjadi seperti kota hantu. Seperti itulah yg terjadi dengan negeri-negeri Islam yang terbentang dari Samarkhan hingga Baghdad ketika dilewati oleh Pasukan Mongol.

Bangsa Mongol atau Tartar telah diisyaratkan kemunculannya oleh Nabi saw. Baginda saw menyebut mereka sebagai Bani Qantura dengan ciri-ciri fisik bermuka lebar dan bermata kecil. Hanya dengan kekuatan 200.000 tentara dan berlangsung hanya dalam waktu 40 hari Kekhalifahan Abbasiyah lenyap dari muka bumi.

Kejatuhan Baghdad merupakan peristiwa sangat tragis dalam sejarah kemanusiaan. Selama 500 tahun bertahta dengan segala kebesarannya Kekhalifahan Abbasiyah Baghdad luluh lantak dihancurkan. Sebanyak 1,8 juta kaum muslimin yang berada di kota Baghdad disembelih dan kepalanya disusun menjadi gunung tengkorak sebagai peringatan bagi negara-negara yang melawan kekuatan Mongol. Khalifah Sultan Al-Mu’tasim dibantai beserta 50.000 tentara pengawalnya. Sejak pembantaian itu selama 3,5 tahun umat Islam hidup tanpa Khalifah.

Jumat, 15 Juni 2012

Khalifah Umar dan Mahar



“Wahai Amirul mukminin, apakah yang wajib kita ikuti itu Kitab Allah ataukah ucapanmu?” seorang wanita dengan penuh keberanian melontarkan pertanyaan kepada Khalifah Umar yang baru selesai berkhutbah. Wanita itu menanggapi pernyataan Umar yang melarang memahalkan mahar. Umar membatasi mahar tidak boleh lebih dari 12 uqiyah atau setara 50 dirham. Seraya menyatakan, “Sesungguhnya kalau ada seseorang yang memberikan atau diberi mahar lebih banyak dari mahar yang diberikan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pastilah aku ambil kelebihannya untuk Baitul mal.”
Muslimah pemberani itu pun kemudian mengutip ayat Allah, “Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu Telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, Maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?” (QS: an-Nisa’ [4]:20)

Kamis, 14 Juni 2012

Kata Tanpa Kata



“Sesungguhnya ada beberapa orang munafik yang mengira Rasulullah telah wafat!” Lelaki itu berkata dengan suara keras, “Padahal sesungguhnya Rasulullah itu tidak akan mati! Dia hanya pergi menemui Tuhannya, sebagaimana Nabi Musa bin Imran pergi kepadaNya. Ia pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari. Kemudian dia kembali kepada mereka setelah sebelumnya dikabarkan mati.”
“Demi Allah,” lanjutnya kepada orang-orang di depan masjid, “Rasulullah benar-benar akan kembali seperti yang telah dilakukan Musa. Lalu dia akan memotong kedua tangan dan kaki orang-orang yang telah mengira Rasulullah telah mati!”

Senin, 11 Juni 2012

Falsafah Telur



Kebaikan bisa saja lahir dari keterpaksaan, meskipun akan lebih terasa nyaman jika kebaikan itu hadir bersama kesadaran. Dari sebutir telur kita bisa mengambil falsafah untuk menerjemahkan penggal kalimat di atas.
Di dalam telur tersimpan benih kehidupan, maka ia dilindungi cangkang yang keras. Jika sedikit saja cangkang retak atau pecah yang disebabkan faktor dari luar, akan membuat telur gagal menetas. Tidak ada kehidupan yang muncul. Sebaliknya jika cangkang itu pecah karena faktor dari dalam, karena memang waktunya menetas, akan melahirkan satu makhluk hidup baru yang siap berkembang.

Jumat, 20 April 2012

Belajar dari Uhud



Dalam medan Badar yang fenomenal itu pasukan muslimin yang tak seberapa banyaknya mendapatkan kegemilangan. Yang dengan itu semangat kaum muslimin membuncah, pamor di mata bangsa Arab menjadi harum. Diawali dari rencana menghalangi kafilah dagang Abu Sufyan yang membawa harta-harta Mekah. Tak disangka perang tumpah, sedangkan kaum muslimin dalam keadaan belum terlalu mapan. Namun Allah memberikan pertolongan teramat nyata, “… Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang turun berturut-turut” (QS. Al Anfal: 9). Sehingga ribuan pasukan musyrikin mampu dipukul telak.

Sabtu, 14 April 2012

Cermin Pribadi Seorang Muslim



Teringat cerita seorang pemuda yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai prajurit dalam sebuah peperangan yang dipimpin Rasulullah SAW. Ia datang membawa pedang yang panjang pedangnya itu melebihi tinggi badannya. lalu dengan tegas Rasulullah menolak niatannya karena ia belum memiliki seni berperang. Lalu Pemuda itu pulang dan berdiskusi dengan ibunya, lalu Ia terus belajar dan mencari kelebihan yang ia miliki sehingga ia pun menemukan bahwa ia pandai menulis dan berbahasa. Di kemudian harinya Rasulullah mengangkat beliau sebagai sekretaris pribadi. Dan pemuda itu adalah Zaid bin Sabit.
Lain hal nya dengan Arqam bin Abi Arqom. Beliau dengan tulus merelakan rumah tinggalnya digunakan sebagai tempat halaqah pertama Rasulullah beserta para sahabat. Ia dengan ikhlas membuka selebar-lebarnya pintu rumah nya agar aktivitas dakwah itu berlangsung. Padahal jika kaum kafir Quraisy tau akan perkara ini, maka sudah lah pasti rumah tersebut akan di bumi hanguskan. Tetapi pemuda satu ini memiliki keyakinan yang kuat akan dakwah Islam sehingga ancaman tersebut bukan menjadi penghalang baginya.

Selasa, 03 April 2012

Antara Dunia Shinobi dan Mentoring



Dalam dunia shinobi, di setiap desa pada tahun ajaran yang berbeda, dilaksanakan pembagian kelompok yang terdiri dari tiga orang anggota dengan tingkat level genin dan satu orang ketua sekaligus guru dengan tingkat level jonin. Setiap anggota berasal dari klan yang berbeda, termasuk di dalamnya klan uchiha, nara, uzumaki, hatake, dll. Dalam dunia permentoringan, setiap memasuki jenjang pendidikan baru, akan dilakukan pembagian kelompok yang terdiri dari sepuluh orang menti (yang  berasal dari daerah dan karakter yang berbeda) dan satu orang pementor.
Dalam dunia shinobi, ketua kelompok sekaligus guru bertanggung jawab atas perkembangan ketiga anggotanya, baik perkembangan taijutsunya, ninjutsunya ataupun jutsu-jutsu lain yang menunjang anggotanya untuk menjadi ninja hebat. Untuk itu, ketua kelompok perlu tahu terlebih dahulu elemen dasar yang dikuasai anggotanya atau kemampuan yang menonjol anggotanya. Dalam dunia permentoringan, pementor bertanggung jawab atas perkembangan mentinya, baik ruhiyah, jasadiyah maupun fikriyahnya, serta sisi-sisi lain yang menunjang dirinya untuk menjadi ikhwan tangguh nan tak rapuh. Selain itu, pementor perlu tahu juga karakter maupun kelebihan yang menonjol mentinya, agar memudahkan pementor jika sewaktu-waktu data-data tersebut diperlukan.

Malulah Kita pada Mereka



Seorang lelaki mulia, yang fisiknya Allah takdirkan tak sempurna, tapi karenanya Rasul yang mulia pernah ditegur Allah dalam Surat ‘Abasa. Seorang lelaki luar biasa yang ditugasi menggantikan Rasulullah mengimami Shalat ketika Rasul sedang berangkat ke medan perang. Dialah Abdullah bin Ummi Maktum.
Kisah ini terjadi di masa pemerintahan Umar bin Khattab,  seruan berjihad dikumandangkan Khalifah. Khalifah menginginkan semua persiapan perang semaksimalnya. “Jangan ada seorang jua pun yang ketinggalan dari orang orang bersenjata, orang yang mempunyai kuda, atau yang berani, atau yang berpikiran tajam, melainkan hadapkan semuanya kepada saya, sesegera mungkin!”, begitu komando khalifah.

Jangan Malu Hidup Sederhana



Kemarin, secara tak sengaja saya menonton acara “Mamah Dedeh on the street” dan dengan tema yang cukup menarik perhatian saya yaitu Jangan malu hidup sederhana. Mungkin terdengar tak bermakna apa-apa atau bahkan hanya menjadi lalu lalang bagi yang tak memperhatikannya. Tapi sesungguhnya makna kalimat tersebut sangatlah dalam.
Kalimat itu mengingatkan saya akan kesederhanaan yang teramat sangat yang di alami oleh Junjungan kita Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalaam.
Dalam suatu kisah Rasulullah :
Suatu hari ‘Umar bin Khaththab RA menemui Nabi saw. di kamar beliau, lalu ‘Umar mendapati beliau tengah berbaring di atas sebuah tikar usang yang pinggirnya telah digerogoti oleh kemiskinan (lapuk).

Senin, 02 April 2012

Bukan Harta tapi Ahklak Mulia



Pertempuran besar akan terjadi. Rasulullah SAW dan pasukan Islam bergerak untuk mendahului kaum Musyrikin Quraisy sehingga mereka bisa menduduki tempat di dekat sumur Badar. Dengan begitu, mereka dapat menghalangi Quraisy dari sumur itu. Pada sore hari, mereka telah sampai di dekat sumur itu.
Saat itu berdirilah Hubbab bin Mundzir, “Wahai Rasulullah, apakah keputusan untuk menempati lokasi ini merupakan wahyu Allah, atau merupakan pendapatmu sebagai siasat dan taktik perang?”
Rasulullah SAW menjawab, “Ini merupakan pendapatku sebagai siasat dan taktik perang.”
Hubbab berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jika ini strategi yang lahir dari pendapatmu dan bukan merupakan wahyu, maka menurutku, kita harus berhenti di tepi sebelah sana sehingga kita lebih dekat dari mereka. Kita timbun sumur mereka, lalu kita penuhi sumur kita dengan air sehingga mereka tidak bisa menjangkaunya. Ketika berperang, kita bisa minum dengan leluasa, tetapi mereka kesulitan mendapatkan air sehingga tidak bisa minum.”
Lalu, Rasulullah SAW berkata, “Pendapatmu sangat tepat.”

Kamis, 15 Maret 2012

Banyak tapi Sedikit



Pada saat Hajjaj bin Yusuf sedang duduk menikmati kemegahan istananya, tiba-tiba didatangkan kepadanya seorang anak kecil. Ketika dia memasuki istana Hajjaj, dia tidak memedulikan keberadaan Hajjaj. Dia malah melihat-lihat kemegahan bangunan-bangunan istana yang begitu mengagumkan. Lalu, terjadi dialog: Hajjaj, “Wahai anak kecil, aku menilai bahwa kamu pandai dan cerdas, apakah kamu hafal Al-Qur’an?”
Anak kecil, “Aku takut Al-Qur’an tersia-siakan, karena itu aku menghafalkannya.” Hajjaj, ”Bacalah beberapa ayat Al-Qur’an.” Lalu, anak kecil itu membaca surat An-Nashr, mulai dari awal hingga selesai. Namun, pada bacaan ’Yadkhuluna fi Dinillahi Afwaja’, dia menggantinya dengan bacaan’Yakhruju min Dinillahi Afwaja’ (Mereka keluar dengan berbondong-bondong dari agama Allah).

Keikhlasan, Saat Dirimu Merasa Tidak Lebih Baik daripada Orang Lain



Melakukan keikhlasan, tidaklah semudah mengatakannya. Sebagaimana pernah diakui oleh seorang ulama besar Sufyan ats-Tsauri, beliau berkata, “Tidak ada suatu perkara yang paling berat bagiku untuk aku obati daripada meluruskan niatku, karena niat itu bisa berubah-ubah terhadapku.”
Namun, bukan berarti ikhlas itu tidak dapat dilakukan, dan bukan berarti ikhlas tidak dapat diusahakan. Karena ikhlas adalah suatu ‘ilmu’. Ilmu di mana kita dapat mempelajarinya, dan terus mempelajarinya, sampai akhirnya kita benar-benar paham akan makna ikhlas. Ikhlas itu sendiri merupakan hal yang amat sakral, ia adalah perintah dan ia adalah syarat diterimanya suatu ibadah.

Selasa, 07 Februari 2012

Lembaga Dakwah Kampus, Antara Mandiri dan Egois


“Afwan Akhy, kami masih mengurusi masalah internal”
“Maaf, kami belum bisa menjalani pendampingan LDK lain, karena kami masih harus persiapan penyiapan penyambutan mahasiswa”
“LDK kami banyak masalah, belum bisa memikirkan kampus lain, kami sedang penguatan internal”

Ciri Orang Besar Memulai Perubahan


Pagi  yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu, udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi oleh-Nya.  Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta sahabat.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.

Jumat, 03 Februari 2012

Jangan Jadi Aktivis Dakwah 1/2 Hati (Bagian 2)


Totalitas Perjuangan!

Ilustrasi (flickr.com/array064)
Ikhwah fillah, dalam mengarungi samudera dakwah ini, satu hal yang pasti adalah banyaknya ujian dan cobaan yang seakan tidak akan pernah berhenti mengiringi setiap jejak langkah ini. Ada juga bisikan-bisikan, yang mengajak kita berhenti dan mundur dari jalan ini atau bahkan berbalik menyerang jalan dakwah ini.
Seperti inilah dakwah. Inilah yang dahulu dirasakan juga oleh Rasulullah dan para sahabatnya di masa-masa awal kedatangan Islam. Penyiksaan. Pembunuhan. Boikot. Cacian dan makian. Setiap hari setiap kali mengiringi jalan dakwah Islam.
Namun, itu semua tidak membuat langkah terhenti, tidak membuat berbalik dan memilih untuk kembali, meski mereka disiksa, meski keluarga mereka dibunuh di hadapan mereka, meski mereka harus mengalami cacian, hujatan, dan fitnah yang menyiksa batin, mereka tetap berada dalam dakwah Islam.

Jangan Jadi Aktivis Dakwah 1/2 Hati (Bagian 1)


Siapkan Dirimu Wahai Pejuang!
Samudera kehidupan senantiasa menampilkan ombak-ombak yang besar namun indah dan teratur. Ia bagaikan menari dalam lautan luas dan hendak menyeru kepada manusia tentang kehebatan dan keindahan dirinya yang diiringi dengan deru suara yang menakutkan namun kadang menyejukkan. Dalam keadaan tertentu, ombak begitu tenang dengan hembusan semilir angin yang menyapa hangat. Namun, kadang ia datang dengan gemuruh yang membahana, menjulang tinggi menghempaskan dirinya dalam samudera yang luas, seakan-akan menantang manusia untuk menyeberangi dan mengarungi samudera kehidupan.

Manusia dan 'Manual Book'


Setiap produk buatan baik elektronik ataupun teknologi pasti memiliki “Manual Book/User Guide“, fungsinya tentu sebagi pedoman menggunakan benda tersebut agar digunakan secara semestinya. Content-nya mulai dari fungsi produk tersebut, cara pemakaian, cara perawatan hingga larangan-larangan yang harus di patuhi dalam penggunaannya.
Sebagai contoh sebuah produk Handphone fungsinya untuk telekomunikasi dan lain-lain, tak boleh terkena air dan tercebur ke air dalam penggunaannya, karena jika terkena air maka akan mengurangi kemampuan kerjanya atau bahkan rusak. Setiap produk yang digunakan sesuai dengan anjuran dari buku tersebut pasti lebih awet dan terjaga kinerjanya sehingga akhirnya menguntungkan bagi pemakainya. Sebaliknya, jika penggunaannya melenceng dari buku tersebut maka yang terjadi adalah kemunduran manfaat produk atau bahkan kerusakan dan akhirnya merugikan pemakainya.