Laman

Senin, 26 Desember 2011

10 Pintu Masuk Prajurit & Bala Tentara Musuh Kita!



Seraaang!!! Prajurit dan bala tentara mulai memasuki pintu benteng. Mereka berhasil mendobrak pintu rahasia benteng kuat itu. Panglima tentara langsung menuju tempat persembunyian di tengah ruang rahasia. Ia mencari satu makhluk yang terkurung erat, yaitu “hawa nafsu”. Ya, para tentara itu adalah setan dan panglimanya adalah iblis. Mereka berusaha mencuri hawa nafsu manusia dan menguasainya.

Bangsa Selebritis..




Waktu saya masih kecil, terakhir saat saya SMU, saya masih selalu melihat perlombaan-perlombaan ‘tradisional’ di kampung saya. Semua sederhana, tanpa neko-neko.

Terlepas masyarakat saat ini masih ‘memelihara’ tradisi lomba-lomba yang beragam sebagai ciri khas perayaan di kampung-kampung seantero bangsa ini, saya merasa ada yang hilang dari mentalitas luhur masyarakat kita yang semestinya ada, karena budaya adiluhung yang sering dibanggakan dahalu. Ruh kemerdekaan semakin terlontar jauh dari porosnya yang hakiki.

Tetangga



Dalam kehidupan di tengah masyarakat, kita tidak bisa dari kehidupan bertetangga. Karena itu, kita perlu mengetahui bagaimana Islam mengatur persoalan bertetangga ini.


Bila kita melihat dalam Alquran, yaitu surah An-Nisa 36, kita mendapati tetangga itu ada dua macam. Yaitu, tetangga dekat dan tetangga jauh. Para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang tetangga yang dekat dan yang jauh. 

Sabtu, 24 Desember 2011

Mana Ikhwan Untukku...



BLEDERR!! Subhanallah, kaget bukan buatan setelah kubaca pesan singkat di ponsel. Allah, ada yang hendak melamarkuuu! Ini sebuah prestasi, eh (mikir) ya prestasi. Aku baca ulang; hmm, apa ada yang keliru dengan cara ini?
Mirror mirror on the wall, pantaskah aku mendampinginya?” sedikit gila, aku ngobrol dengan kaca meja rias.
Kenapa mesti ngaca, orang seperti dia tentu melamar perempuan bukan karena fisik, kaca menjawab. Tapi sepertinya itu suara hatiku.

Kamis, 22 Desember 2011

Bukan Dengan Lagu Melankolis....



Ketika lagu-lagu melankolis begitu mewarnai hari-hari para muda mudi zaman sekarang. Lagu-lagu bertemakan cinta, bagaikan sesuatu yang wajib. Jika tak mendengarkan walaupun hanya sehari, serasa ada yang kurang. Parahnya kebiasaan tersebut berimbas pada perilaku para muda mudi. Lirik lagu cinta yang cenderung melankolis dan tak ada semangat di tambah kondisi mereka (baca: muda mudi) yang sedang dalam pencarian atau gamang/galau, membuat mereka cepat terbuai. Karena terkadang lirik yang terdapat dalam lagu hampir sama dengan kisah cinta yang mereka alami. Akibatnya mereka begitu khusyuk menghayati atau bahkan hafal sebagian besar lagu-lagu tersebut. Memang sebagian besar pula lagu yang di tampilkan sangat easy listening namun tak jarang yang berisikan lirik nakal.

Emang Akhwat Bisa Jatuh Cinta..?


Wah, ngomongin tentang cinta. Akhwat?! Jatuh cinta?! Emang bisa?!
Woi, woi, akhwat juga manusia, akhwat juga bisa jatuh cinta, seakhwatnya akhwat juga punya rasa cinta, benci, suka, dll.
Nih, salah satu contoh percakapan dua orang akhwat:
Nayla: “ras, mau nanya donk!”
Laras: “nanya apa?!“
Nayla: “tapi, kamu jawab yang jujur ya!”
Laras: “iya, emang apa?”
Nayla: “kamu pernah jatuh cinta ga?”
Laras terdiam cukup lama. Sambil berjalan di gang yang tak begitu lebar, Laras menanyakan pada dirinya sendiri: ”Pernahkah aku jatuh cinta?”
Nayla yang berjalan di depan Laras memperlambat langkah agar mereka bisa berjalan sejajar dan Nayla menunggu jawaban dari Laras.
Laras: “iya, pasti-lah pernah!” (bohong, jika ada yang mengatakan tidak pernah jatuh cinta, pikir Laras)