Laman

Minggu, 10 Maret 2013

Tidak Takut Dikatakan Bodoh



Imam Malik adalah sosok alim ulama yang rendah hati. Meskipun ia selalu belajar dan menimba ilmu dari 900 orang guru, ia tidak pernah merasa dirinya paling pintar. Imam Malik berkata, "Sering kali aku tidak tidur semalam suntuk untuk memikirkan jawaban atas permasalahan yang diajukan kepadaku."

Suatu hari salah seorang muridnya datang dari suatu daerah yang jauh. Masyarakat tempat ia tinggal memiliki masalah penting yang belum terselesaikan. Sang murid bermaksud untuk menanyakan hal tersebut kepada gurunya, Imam Malik.

Akan tetapi, Imam Malik tidak bisa memberikan jawaban kepadanya karena memang beliau tidak tahu jawaban atas permasalahan tersebut. Dengan sejujurnya, beliau berkata, "Aku tidak tahu."


Kamis, 07 Maret 2013

Tertundanya Kematian


Suatu ketika, Nabi Daud a.s. duduk di suatu tempat. Di sampingnya, ada seorang pemuda saleh yang duduk dengan tenang tanpa banyak bicara. Tiba-tiba, datang Malaikat Maut yang mengucapkan salam kepada Nabi Daud. Anehnya, Malaikat Maut terus memandang pemuda itu dengan serius.

Nabi Daud berkata kepadanya, "Mengapa engkau memandangi dia?"

Malaikat Maut menjawab, "Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya tujuh hari lagi di tempat ini!"

Rabu, 06 Maret 2013

Kekuatan Mata Yang Mampu Membunuh Bakteri


Bicara soal kekuatan tubuh dalam membunuh kuman, mata ternyata ialah juaranya. Temuan ilmuwan University of California di Berkeley ini dapat mengarah pada pembuatan obat antimikroba baru dan murah, dan itu lewat mata.

Hasil riset mereka menunjukkan, protein dalam mata dapat membantu menjauhkan bakteri patogen. Tim ilmuwan mata menemukan, bahwa ada bagian kecil protein keratin dalam mata yang memainkan peran kunci dalam mengusir bakteri.

Senin, 04 Maret 2013

10 Fakta Menakjubkan Mengenai Semut yang Belum Anda Ketahui


10 Fakta Menakjubkan Mengenai Semut yang Belum Anda Ketahui
Semut merupakan salah satu jenis serangga yang namanya dijadikan nama salah satu surah di Al Qur’an, yaitu surah An-Naml. Dinamakan An-Naml (semut) karena pada ayat 18 dan 19 surah ini berisikan tentang kisah seekor pemimpin semut yang menginstruksikan anak buahnya untuk segera masuk sarang karena nabi Sulaiman as dan tentaranya akan melewati tempat itu. Nabi Sulaiman as yang mempunyai mu’jizat bisa mengerti suara hewan kemudian merasa takjub atas kejadian tersebut dan mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepadanya.
“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. An Naml: 17-18)

Mengapa Susunan Keyboard Tidak Berurutan?


Mengapa Susunan Keyboard Tidak Berurutan?
Pernahkah Anda bertanya mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga ponsel berupa QWERTYUIO? Mengapa tidak dibuat berurutan seperti ABCDEFGHIJ?
Keyboard diciptakan tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sangat sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

Hal-Hal Sederhana yang Tidak Mampu Kita Lakukan


Hal-Hal Sederhana yang Tidak Mampu Kita Lakukan
Diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan sanad hasan dan oleh Nasa’i dari Anas bin Malik r.a : Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, bersabdalah beliau “Atas dirimu semua kini datang seorang dari penghuni syurga”. Waktu itu muncul seorang anshar dengan jenggot sedikit basah bekas air wudlu, sambil menjinjing kedua sandalnya dengan tangan kirinya. Esok harinya Nabi saw kembali berkata demikian dan muncul pula orang tersebut seperti itu lagi, muncul pula lelaki itu seperti sebelumnya.
Tatkala Nabi saw berdiri, Abdullah bin Amru bin Ash segera mengikuti orang lelaki tersebut dan berkata kepadanya “Sesungguhnya saya telah bertengkar dengan bapak saya dan bersumpah tidak akan mendatanginya selama tiga hari. Seandainya akhi (saudara) mengizinkan saya tinggal di rumah akhi selama tiga hari itu, niscaya aku akan ikut akhi pulang”, “lelaki itu menjawab “Ya silahkan”, kemudian Abdullah menceritakan bahwa selama tiga hari tinggal bersamanya, tak sekalipun ia melihat lelaki itu melakukan shalat malam, kecuali setiap lelaki itu berbalik dalam tidurnya dia menyebut nama Allah dan bertakbir hingga terbangun untuk melakukan shalat subuh. Abdullah menambahkan, “Hanya saja saya tidak mendengarnya berkata selain dengan perkatan yang baik”.