Laman

Jumat, 16 Maret 2012

Hukum Melamar Perempuan yang Sudah Dilamar



Pada suatu hari, ada kejadian yang menyebutkan bahwa salah seorang ustadz yang juga tokoh masyarakat di ibu kota, didatangi oleh seorang pemuda dengan maksud untuk melamar anak perempuannya yang belum menikah, ustadz tersebut menjawab:  “Anak saya sudah ada yang melamar.”
Apakah jawaban tersebut menunjukkan bahwa seorang perempuan yang sudah dilamar oleh laki-laki, baik perempuan tersebut menerima, menolak, atau belum memberikan jawaban atas lamaran tersebut, pasti tidak boleh bagi laki-laki lain untuk melamarnya?

Hukum Arisan Menurut Islam



Akhir-akhir ini berkembang di tengah- tengah masyarakat macam-macam arisan, ada arisan motor, arisan haji, arisan gula, arisan semen dan lain-lain. Bagaimana sebenarnya hukum arisan dalam Islam, karena ada sebagian kalangan yang mengharamkannya. Apakah semua bentuk arisan dibolehkan atau di dalamnya ada perinciannya?
Pengertian Arisan
Di dalam beberapa kamus disebutkan bahwa Arisan adalah pengumpulan uang atau barang yang bernilai sama  oleh beberapa orang, lalu diundi diantara mereka. Undian tersebut dilaksanakan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya. ( Kamus Umum Bahasa Indonesia, Wjs. Poerwadarminta, PN Balai Pustaka, 1976 hlm : 57 ).

Kamis, 15 Maret 2012

Banyak tapi Sedikit



Pada saat Hajjaj bin Yusuf sedang duduk menikmati kemegahan istananya, tiba-tiba didatangkan kepadanya seorang anak kecil. Ketika dia memasuki istana Hajjaj, dia tidak memedulikan keberadaan Hajjaj. Dia malah melihat-lihat kemegahan bangunan-bangunan istana yang begitu mengagumkan. Lalu, terjadi dialog: Hajjaj, “Wahai anak kecil, aku menilai bahwa kamu pandai dan cerdas, apakah kamu hafal Al-Qur’an?”
Anak kecil, “Aku takut Al-Qur’an tersia-siakan, karena itu aku menghafalkannya.” Hajjaj, ”Bacalah beberapa ayat Al-Qur’an.” Lalu, anak kecil itu membaca surat An-Nashr, mulai dari awal hingga selesai. Namun, pada bacaan ’Yadkhuluna fi Dinillahi Afwaja’, dia menggantinya dengan bacaan’Yakhruju min Dinillahi Afwaja’ (Mereka keluar dengan berbondong-bondong dari agama Allah).

5 Sebab Dosa Kecil Menjadi Besar



“Sesungguhnya,” kata Ibnu Qayyim Al Jauziyah, “Al-Qur’an, As-Sunnah, ijma’ sahabat dan tabiin telah menunjukkan bahwa dosa itu ada dua. Ada dosa besar, ada dosa kecil.”

Dosa kecil sebenarnya bisa diampuni Allah dengan mudah melalui istighfar dan ibadah mahdhah seperti shalat lima waktu dan puasa Ramadhan. Dosa kecil juga tidak mendapatkan ancaman khusus dan laknat Allah seperti halnya dosa besar. Namun, dosa kecil ternyata bisa berubah menjadi besar, jika terpenuhi salah satu dari 5 hal berikut ini.

5 sebab dosa kecil bisa berubah menjadi besar itu adalah :


1. Meremehkan dosa dan menganggapnya biasa saja
Ada orang-orang yang ketika melakukan dosa kecil ia menganggapnya sebagai hal yang biasa, terhapus dengan sendirinya atau tidak mempedulikannya. “Ah, ini mah dosa kecil.” “Biasa, yang beginian tak menyebabkan masuk neraka.” Dan komentar-komentar sejenisnya.



Keikhlasan, Saat Dirimu Merasa Tidak Lebih Baik daripada Orang Lain



Melakukan keikhlasan, tidaklah semudah mengatakannya. Sebagaimana pernah diakui oleh seorang ulama besar Sufyan ats-Tsauri, beliau berkata, “Tidak ada suatu perkara yang paling berat bagiku untuk aku obati daripada meluruskan niatku, karena niat itu bisa berubah-ubah terhadapku.”
Namun, bukan berarti ikhlas itu tidak dapat dilakukan, dan bukan berarti ikhlas tidak dapat diusahakan. Karena ikhlas adalah suatu ‘ilmu’. Ilmu di mana kita dapat mempelajarinya, dan terus mempelajarinya, sampai akhirnya kita benar-benar paham akan makna ikhlas. Ikhlas itu sendiri merupakan hal yang amat sakral, ia adalah perintah dan ia adalah syarat diterimanya suatu ibadah.

Antara Dia dan Kita


Lelaki renta itu,
dengan kehalusan hatinya ingin ber-Islam
menjadi sebab turunnya ayat.
‘Abasa watawalla', Rasul pun ditegur Allah karenanya.
seorang miskin lagi buta,
bukan berarti tak lebih utama
dari para pemuka negara