Perasaan galau sering melanda kehidupan manusia. Perasaan seperti ini didefinisikan orang dengan berbagai tipe. Ada yang bilang galau itu perasaan tertekan, galau itu gak ada uang dan gak’ bisa makan, galau itu lagunya Titi DJ (LOH….), galau itu pas’ diputusin pacar, galau itu pas ujian gak’ belajar dan gak tau mau nyontek ma siapa, galau itu cabang baru dari perasaan seperi sedih, marah, putus asa, cengeng, dan lainnya, dan pastinya masih banyak lagi definisi galau yang diprediksi oleh setiap individu. Bahkan ada yang lebih sadis, galau itu (katanya) bisa membunuh karakter pribadi sebab ia membuat seseorang tidak dapat berbuat apa-apa lagi dikarenakan tidak dapat berfikir jernih. istilah kerennya logika uda ngga mampu lagi berpikir mana yang bener dan ngga bener, campur aduk.
Selasa, 06 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
Membongkar Rahasia Ikhwan dan Akhwat Nyebelin. . !!! (Gombal Warning)
Kegombalan di Kalangan Pemuda dan Pemudi Islam
Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe…
Hal yang sangat menarik salah satunya adalah
menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang
memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang
tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang
sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga
dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.
Minggu, 04 Desember 2011
Ketika akan Berumah Tangga
1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali si gadis.
Harun Al Rasyid dan Nasihat Ulama
Pada suatu ketika, Khalifah Harun Al Rasyid ditimpa
kegelisahan. Sang khalifah pun minta diantar oleh Fadhal bin Rabi' mendatangi
rumah ulama, untuk meminta siraman rohani. Fadhal mengantar khalifah ke rumah
Fudhail bin Ayyadh yang terkenal zahid. Belum lagi Harun mengutarakan maksud
kedatangannya, Fudhail telah berkata,
''Sadarkah Anda, hai Amirul Mukminin, bagaimana orang
memuji, mengangkat, dan meninggikan Anda? Tetapi bila kelak di hadapan Allah
Anda ditanyai tentang sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan, hanya Anda yang
menanggung jawabnya. Orang yang paling cinta kepada Anda di dunia ini adalah
orang yang lebih dahulu lari dan tak bisa membela Anda.''
Takluk oleh keluhuran akhlak
Suatu ketika seorang lelaki bernama Tsamamah bin Itsal dari kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah Al Munawarah hendak membunuh Rasulullah. Dengan tekad bulat dan semangat kuat ia pergi ke majlis Rasulullah.
Tapi ternyata, niat jahat tersebut
sudah tercium oleh Umar bin Khattab, maka ia pergi menghampirinya dan dan
langsung mengusut dengan pertanyaan menukik. “apa tujuan datang ke Madinah,
bukankah engkau seoarang musyrik?”
Orang itu dengan tenang berkata,
“Aku datang ke negeri ini untuk membunuh Muhammad!”
Adil Tak Berarti Sama
Tak jauh
dari Madinah, 2 orang Baduwi tengah duduk santai. Menjelang maghrib mereka
didatangi seorang musafir kehabisan bekal dan mengharapkan pertolongan mereka.
Keduanya tak keberatan, mereka mengeluarkan sisa bekalnya masing-masing. Yang
satu sisa 5 potong roti, yang lainnya 3 potong, jadi jumlahnya 8 potong. Agar
adil setiap roti di bagi 3 sehingga jumlah potongan adalah 24 buah. Tiap orang
mendapat 8 potong roti. Mereka berbincang hingga larut dan akhirnya tertidur.
Keesokan harinya, betapa kagetnya dua orang baduwi itu, tamu yang mendatangi
mereka kemarin meninggalkan 8 keping uang logam sebagai tanda terima kasih.
“Kita
bagi rata uang ini. Saya 4 keping dan anda 4 keping.” Ujar Baduwi yang memiliki
3 potong roti.
Langganan:
Postingan (Atom)





