Laman

Jumat, 02 Desember 2011

Antara Persahabatan dan Cinta



Seorang pria dewasa yang kekanak-kanakan dan wanita dewasa yang juga kekanak-kanakan bermain bersama2..sangat harmonis..begitu dekat dan mesra..




“Kalian berpacaran!!”, kata teman mereka.




“Benarkah?? Apakah kami berpacaran?” si pria bertanya kepada orang lain..juga bertanya kepada diri sendiri..ya, mereka tidak bisa membedakan mereka sendiri saling mencintai atau hanya sebuah persahabatan.

Kamis, 01 Desember 2011

Ketika Cinta Berbuah Dilema



Suatu hari Fatimah binti Rasulullah Saw, berkata kepada Sayidina Ali, suaminya. 



"Wahai kekasihku, sesunguhnya aku pernah menyukai seorang pemuda ketika aku masih gadis dulu."

"O ya," tanggap Sayidina Ali dengan wajah sedikit memerah. "Siapakah lelaki terhormat itu, dinda?"

Rabu, 30 November 2011

Penentu Kekuatan & Kemenangan..



Penentu kemenangan dan kekuatan kaum muslimin bukan semata-mata karena kelengkapan persenjataan, banyaknya pengikut, penguasaan teknologi atau ekonomi, tapi terletak pada ketaatan akan perintah Allah.


Sejarah telah membuktikan, yaitu saat penyerahan kunci Jerusalem oleh pendeta kristen, Sophronius, pada tahun 16H (636/637 M) kepada seseorang yang tanda-tandanya telah tertulis di dalam kitab mereka, Umar bin Khathab ra. Dikabarkan bahwa sebulan sebelum kedatangan beberapa pasukan besar yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, Abu Ubaidah dan Amr bin Al-Ash radhiallaahu anhum sampai ke Jerusalem mereka sudah merasa gentar.

Hidup Hanyalah Sebuah Perjalanan


Dulu, ada seorang raja yg mengatakan pada seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa menjelajahi daerah seluas apapun, maka raja akan memberikan kepadanya daerah seluas yg sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. 


Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah yg maha luas.

Akhirnya tibalah ia pada suatu tempat setelah berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia sudah sangat lelah dan hampir mati. Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat, dan hampir mati dan aku hanya butuh tanah seluas 2 meter untuk menguburkan diriku sendiri.

Menjadi Apapun Dirimu..



Menjadi karang-lah, meski tidak mudah. Sebab ia ‘kan menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia ‘kan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia ‘kan melawan bayu yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia ‘kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus.Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan. 

Harry Potter dan Muhammad Al Fatih



Antrian panjang muda-mudi pada loket-loket penjualan tiket hari pertama pemutaran film ”The Lord of the Rings” atau pada peluncuran buku ”Harry Potter” adalah pemandangan keseharian di negeri-negeri Barat. Fenomena yang sama terjadi juga di negeri kita, seperti yang baru-baru ini dimuat di berita photo detik.com. Mereka yang sebagian besar adalah muda-mudi, termasuk yang ”berjilbab”, ada dalam antrian panjang untuk membeli buku Harry Potter Jilid V yang harganya Rp. 140.000. Uang sejumlah itu bukanlah sedikit untuk masyarakat kita umumnya. Masih ingatkah kita kisah seorang anak SD yang mencoba mengakhiri hidupnya gara-gara malu karena tidak bisa membayar uang untuk kegiatan sekolah yang besarnya hanya Rp. 2500.