Dalam Alqur'an
dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali
atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan
Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya, ciri menonjol pada orang
yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan
sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan
sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di
segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada
penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk
golongan yang berakal, yaitu "…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri
atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan
ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
(QS. Aali 'Imraan, 3:190-191)





