Laman

Minggu, 27 November 2011

Fakta dibalik Alkohol



Dalam Islam, tak semua minuman dapat dikonsumsi. Hal ini bahkan telah dinyatakan dalam kitab suci Alquran bahwa sesuatu yang merusak, baik minuman maupun makanan, tergolong sebagai zat yang haram. Alkohol, termasuk di dalamnya. Makanan atau minuman apapun yang dibuat dengan beralkohol hukumnya adalah haram. 


Bila dalam bentuk minuman, tentu tak susah membedakannya. Yang agak repot, adalah alkohol yang dicampurkan sebagai bahan untuk membuat suatu makanan. Misalnya dalam roti, kecap, atau cuka. 

Bila alkohol yang dihasilkan dari reaksi alami antara sejumlah zat selama proses pembuatan, tak dapat dikatakan haram. Lain cerita kalau alkohol sengaja dicampurkan.

Mengapa Aku Tidak Sholat...


Agama tidak hanya mengajarkan percaya pada Tuhan saja. Di dalamnya ada tuntunan dan aturan-aturan yang harus dipatuhi. Ada kewajiban yang harus dijalankan, baik itu kewajiban kepada sesama manusia maupun kewajiban kepada tuhan. Standart pribadiku kewajiban untuk berbuat baik kepada sesama manusia bisa hanya sebatas tidak merugikan orang lain. Tidak mengganggu orang lain dan tidak mengambil alih hak-hak orang lain. dan lagi kita bisa berimprovisasi sendiri meningkatkan nilai diri lewat membantu orang lain.



Shalat adalah salah satu ibadah yang paling diwajibkan oleh Tuhan dan yang pertama akan dihisab di akhirat kelak.

Waktu usiaku 7 tahun, aku merasa tidak berkewajiban untuk menunaikan ibadah shalat. Karena dulu, aku percaya kalau katanya dosa anak yang belum baligh (dewasa) itu ditanggung oleh orang tua. Pasalnya, orang tua lah yang berkewajiban mendidik anaknya. Ya, sesekali aku shalat karena cinta pada orang tua. Takut kalau mereka harus masuk neraka karena aku tidak shalat. Padahal hakikatnya kalimat "dosa ditanggung oleh orang tua" itu adalah agar anak jadi rajin beribadah, karena biasanya anak-anak akan mencintai orang tuanya dan tidak mau kalau orang tuanya masuk neraka.


Sabtu, 26 November 2011

Bahaya Lisan


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita(mengolok-olokkan) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang diolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan jangan kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 



Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakkan dari prasangka, sesungguhnya sebagaian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu cari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagin yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan danging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesunggunya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Kamis, 24 November 2011

Jangan tanyakan...


JANGAN TANYAKAN APA YANG TELAH ISLAM BERIKAN KEPADAMU,

TANYAKAN APA YANG TELAH KAU BERIKAN UNTUK ISLAM



Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nahl:18)




Satu ayat diatas kiranya cukup untuk memberikan penjelasan kepada kita, bahwa kita tak perlu lagi bertanya apa yang telah Allah berikan kepada kita, karena Islam (dan Iman) adalah merupakan anugrah terbesar dan terindah yang Allah berikan kepada kita. 



Dengan Islam kita dimuliakan di dunia dan akhirat, dengan Islam kita dikeluarkan dari kegelapan ke dalam alam yang penuh cahaya yang terang benderang, dengan Islam kita terlepas dari kebodohon, dengan Islam kita diselamatkan dari jurang neraka, dengan Islam kita menjadi “manusia”, dengan Islam insya Allah kita akan kembali pada-Nya.


Jadilah Seorang Ahli, bukan hanya Tukang

Dalam pekerjaan pembangunan sebuah rumah, misalnya, kita akan menemukan sekelompok orang yang bekerja bahu-membahu untuk menjadikan rumah tersebut. Ada arsitek, ada tukang aduk, ada tukang gali, ada yang memasang batu bata, ada yang bekerja untuk memperhalus dan membentuk kayu menjadi kusen. Semua orang bekerja dengan giat, dengan jam kerja yang sama, yang jika dilihat sepintas, mereka tentu akan mendapat upah yang sama pula.


Tapi coba kita lihat sekali lagi, apakah pendapatan orang yang bekerja seharian menggali pondasi sama dengan tukang kayu? Atau tukang pasang bata sama dengan orang yang menyiapkan aduk? Ternyata tidak. Setiap orang yang bekerja, meskipun dalam rentang waktu yang sama, mendapat imbalan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat keahlian, pengetahuan dan tanggung jawabnya. Dan siapa diantara mereka yang mendapatkan bayaran tertinggi? Jawabannya adalah sang Arsitek, kenapa? Padahal si arsitek bekerja dalam tempo waktu yang sama dan bahkan dengan tenaga yang relatif lebih sedikit dibanding pekerja lainnya.

Selasa, 22 November 2011

Permata yang Terlupakan


“Ada empat permata yang Allah amanahkan kepada kita, namun kita justru sering menyia-nyiakan atau bahkan merusaknya Nak Mas….” Kata Ki Bijak ketika berbincang mengenai nikmat Allah yang sering dilupakan oleh manusia.


“Ada empat permata ki….?” Tanya Maula.



“Ada banyak permata yang Allah titipkan pada kita untuk kita jaga Nak Mas, tapi setidaknya keempat permata itulah yang pernah baginda Rasul sabdakan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibu Hajar……” Kata Ki Bijak sambil membacakan hadits dimaksud.



“Ada empat permata pada diri anak adam yang dapat sirna karena empat hal lainya. Adapun keempat permata itu adalah, akal, agama, rasa malu, dan amal shaleh……..”



Maula segera memperhatikan hadits yang dibacakan gurunya; “ Akal sehat, agama, rasa malu dan amal shaleh ki…?” Tanya Maula.