Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.
Senin, 21 November 2011
Jika Engkau menjadi Istriku...
Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!" Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.
Sabtu, 19 November 2011
Belajar dari Ikrimah
Mengingat Ikrimah bin Abu Jahal adalah mengingat sosok sahabat nabi yang menjadi
tauladan dalam beritsar. Ikrimah menjadi contoh kemuliaan pribadi yang
mengutamakan kepentingan orang lain. Sejarah mencatat, di antara orang-orang
yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin
Abu Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat
yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu
akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka
masing-masing mereka berkata: “Berikan saja air itu kepada sahabat di
sebelahku.” Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka
bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air
itu.
Dalam riwayat lain diceritakan, bahwa sebenarnya Ikrimah bermaksud
untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia
melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah
berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih
memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris
melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada
siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.”
Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara
mereka yang dapat meminumnya, sehingga ketiganya mati syahid.
Jumat, 18 November 2011
Jabatan adalah Amanah
Kekuasaan atau jabatan apapun yang kita sandang adalah amanah Allah yang tak
bisa kita telantarkan begitu saja. Kadang, sangking besar atau tingginya jabatan
kita lupa makna dan hakekatnya. Sehingga kita terkadang bertindak
sewenang-wenang, bahkan di luar kewajaran. Tak jarang kita menganggap bawahan
kita sebagai 'orang lain', bukannya sebagai partner sejajar yang diharus dihamba
Allah-kan juga. Atau bahkan kita menganggapnya lebih rendah. Sungguh celaka bila
kita merasa lebih tinggi atau hebat dengan bawahan kita, kalau hanya jabatan
kita lebih tinggi.
Kamis, 17 November 2011
3 Perkara yang Menjerumuskan
Ada tiga keadaan yang membuat Iblis beserta bala tentaranya akan efektif menguasai manusia. Yaitu saat marah, saat berkecamuknya peperangan, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrim (apalagi kalau kita suka padanya).
Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa suatu ketika Iblis datang kepada Nabi Musa AS. Ia berkata, "Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: "Wa kallamallahu Musa takliimaan". Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa'at untukku agar Allah mengampuniku".
Rabu, 16 November 2011
Sejarah Emas dan Perak sebagai Uang

Segeralah mempergunakan emas dan perak; sebagai mata uang dan investasi, dan sedikit demi sedikit—lebih cepat lebih baik—menukar Rupiah, Dollar, Yen, Euro, Poundsterling, Gulden, dan sebagainya dengan emas dan perak sebagai mata uang yang sejati, karena yang lain itu sesungguhnya cuma simbol yang secara intrinsik tidak memiliki nilai apa-apa.
Apa yang kita namakan dengan mata uang sekarang ini, yaitu Dollar,
Yen, Rupiah, Poundsterling, Euro, dan sebagainya, pada hakikatnya hanya
selembar kertas biasa (dan yang berbentuk koin juga koin biasa yang tak ada
harganya), yang hanya menjadi “uang” karena ada jaminan dari bank. Bank sendiri berani menjamin mata uang yang tak berharga tersebut karena
memiliki cadangan devisa berupa emas dan perak.
Emas dan perak inilah yang sampai saat ini terus berupaya direbut dan ditimbun oleh Konspirasi Internasional dari tangan seluruh warga dunia, agar emas dan perak seluruh dunia berada di tangan mereka dan di tangan yang tidak tahu hanyalah selembar kertas tidak berharga yang dipakai sebagai alat transaksi. Keadaan ini akan sangat menguntungkan kaum Konspirasi Internasional yang bisa seenaknya memainkan nilai tukar mata uang tersebut sehingga masyarakat banyak bisa dikendalikan dengan mudah.
Lantas, apa sebenarnya beda emas dan perak dengan mata uang-mata uang negara-negara dunia yang sekarang dicetak dari selembar kertas biasa?
Emas dan perak inilah yang sampai saat ini terus berupaya direbut dan ditimbun oleh Konspirasi Internasional dari tangan seluruh warga dunia, agar emas dan perak seluruh dunia berada di tangan mereka dan di tangan yang tidak tahu hanyalah selembar kertas tidak berharga yang dipakai sebagai alat transaksi. Keadaan ini akan sangat menguntungkan kaum Konspirasi Internasional yang bisa seenaknya memainkan nilai tukar mata uang tersebut sehingga masyarakat banyak bisa dikendalikan dengan mudah.
Lantas, apa sebenarnya beda emas dan perak dengan mata uang-mata uang negara-negara dunia yang sekarang dicetak dari selembar kertas biasa?
Langganan:
Postingan (Atom)





